ENTREPRENEUR VS EMPLOYEE
Bismillahirrahmanirrahim....
BACKGROUND
Menjadi sebuah tren ketika penulis mulai mengenyam pendidikan tinggi di bangku kuliah hingga sekarang. Pengusaha Vs Karyawan! Mengapa demikian? Menurut berbagai media berita online yang bertebaran di mana-mana, hal ini terjadi di karenakan fenomena kurangnya lapangan kerja di bumi pertiwi ini, yang artinya jumlah lulusan kuliah tidak sebanding dengan jumlah lowongan kerja. Selain itu menurut beberapa artikel yang penulis baca, beberapa narasumber mengatakan kalau jumlah calon pengusaha di Indonesia masih sangat sedikit di banding yang ingin bekerja profesional di dunia kerja.
Sehingga mindset mahasiswa zaman now di ajak untuk mulai memikirkan bagaimana merintis sebuah usaha agar kelak menjadi sosok pengusaha masa depan. Namun ada hal-hal yang penulis perhatikan terkait dorongan menjadi pengusaha ini. Apakah benar mereka-mereka yang ingin menjadi sosok pengusaha muda tersebut, memang berangkat dari hati kecil mereka sendiri atau kata hati? Atau hanya mengikuti tren yang ada, sehingga apa pun jenis usahanya yang penting memiliki usaha sendiri. Well it seems that entrepreneur is a new status for those who want to earn confession?

Illustrasi Tren (sumber : https://www.pexels.com/photo/neon-signage-2681319/)
Terkadang ketika penulis bertemu dengan teman, sahabat, saudara, dll, lalu kami mengobrol bersama di suatu momen. Tiba-tiba membicarakan soal usaha. Malah terkadang pertanyaan yang di ajukan sudah bukan lagi soal kamu aktivitasnya apa? Kegiatannya apa? Masih kuliah atau sudah kerja? But to do poin kamu punya usaha apa? Sedang usaha apa? Kapan memulai usaha? Walaupun sebenarnya usaha di sini secara general memiliki makna yang luas. Berkerja di sebuah perusahaan adalah bagian dari usaha untuk meniti karir. Kuliah pun bagian dari usaha untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Meskipun demikian penulis tidak sepolos itu 😊... Ketika penulis di tanya dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, sedikit bingung untuk menjawabnya. Sebab apa yang di tanyakan memang tidak sesuai dengan aktivitas yang sedang di jalani oleh penulis. Sehingga cukup dengan ucapan the power of insha allah, seketika pertanyaan tidak berlanjut.
OPINION
Bagi penulis, menjadi seorang pengusaha maupun menjadi seorang profesional di dunia kerja baik itu kerja Full-time, Part-time, maupun Freelance, sama-sama baik selama tidak menyalahi aturan dan hal yang kita lakukan adalah positif. Di zaman 4.0 saat ini, gerbang informasi di buka selebar-lebarnya sehingga seharusnya sudah tidak ada border ataupun sebuah penghalang antara penyedia informasi dengan pengguna informasi.
Artinya cukup qualified kah kita untuk mencari dan menemukan peluang-peluang dari setiap informasi yang bertebaran di dunia maya/digital tersebut? Bahkan model bekerja work remotely (bekerja yang di kontrol dari jarak jauh) pun sudah ada cukup lama, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan asing yang menawarkan lowongan-lowongan tersebut.
Namun kembali lagi, apakah kita cukup qualified untuk di hired oleh mereka sebagai independent contractor mereka? Well, dengan warisan Internet yang telah kita miliki seharusnya bisa menjadi solusi dalam mengurangi pengangguran di negeri +62 ini. Tidak hanya untuk pekerja profesional saja, para pengusaha pun bisa memanfaatkan warisan Internet guna melakukan pemasaran secara digital atau digital marketing.
Bahkan menentukan strategic & planning dengan melakukan business intelligence dari sample data pasar, serta strategi-strategi lainnya seperti data mining dan lain-lain. Kesemua itu adalah ilmu-ilmu yang bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin guna mencapai target kita kedepan dengan memanfaatkan fasilitas internet. Atau apabila kita sudah memiliki toko fisik namun kita ingin bisa menjual produk kita secara online, kita bisa menggunakan model bisnis Click & Mortar yang artinya selain kita menjual produk kita melalui toko yang kita miliki, di samping itu kita bisa menjual produk kita secara online. Untuk pasar online kita bisa memanfaatkan website E-Commerce yang sudah ada seperti Bukalapak, Tokopedia, bahkan memiliki website E-Commerce sendiri.
CONCLUSION
Menjadi seorang pengusaha apalagi di usia muda itu baik, selain kita bisa memberikan peluang lapangan kerja yang baru bagi orang-orang yang membutuhkan, kita pun bisa ikut membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran di negeri ini. Namun lakukan itu dengan dasar niat yang kuat dan terencana dengan baik. Menurut seorang motivator kelas dunia Simon Sinek, beliau selalu mengatakan "start with why!" Mengapa kita harus menjadi seorang pengusaha?
Menurut pengamat ekonomi digital yang juga beliau adalah seorang CEO PT Duta Sukses Dunia, Yudi Candra, beliau mengungkapkan dari sekitar 1.500 hingga 1.700 perusahaan rintisa (start-up) di Indonesia, yang sukses masih relatif kecil, yakni sekitar 1 persennya saja, 99 persennya gagal. Saat berbincang dengan Wartawan di Jakarta, Selasa malam, (12/2/2019) Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read215393/ini-alasan-90-persen-startup-di-indonesia-gagal.html
Tidak hanya untuk seorang Entrepreneur, CEO, dan CO-founder saja, ketika kita menentukan ingin menjadi seorang apa atau jabatan apa atau profesi apa di sebuah perusahaan, yayasan, institusi, dll, lakukan itu dengan "start with why!" Baik itu menjadi seorang dosen, dokter, insinyur, tour guide, programmer, animator, desainer, barista dan profesi-profesi lainnya. Mungkin bagi sebagian orang untuk menentukan karir kita ke depan, cukup jalani apa yang ada meskipun tanpa sebuah alasan. Namun bagi penulis, alasan yang kuat bisa menjadi tekad yang kuat untuk menggapai cita-cita kita di masa depan nanti.
Analoginya adalah apabila sebuah bangunan gedung bertingkat memiliki pondasi yang kuat dan kokoh, apapun tantangannya seperti di terjang gempa, di terpa angin yang kencang, gedung tersebut tetap kokoh meskipun menjulang tinggi. Namun apabila gedung tersebut memiliki pondasi yang mudah roboh di tambah bahan-bahan material yang kurang bagus, tidak sampai 2 lantai pun ketika ada angin yang menerjang atau gempa pun sudah roboh.
Terahir dari penulis khususnya untuk penulis sendiri, "be yourself and believe that whatever we did, as well our endeavour, struggle to earn what we want to achieve them, sometimes we need more sacrifices to reach our dreams. As well pray cause God always watch what humankind do....😇"
"Always stay true to yourself and never let what somebody else say distract you from your goals......."
- Michelle Obama

Komentar
Posting Komentar